Banda Aceh – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh melaksanakan kegiatan penjemputan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Syiah Kuala (USK) yang telah menyelesaikan kegiatan magang di BRMP Aceh. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian akhir setelah para mahasiswa memaparkan hasil kegiatan selama satu bulan mengikuti program praktik lapang atau magang.
Kegiatan penjemputan diawali dengan sambutan dari Elviwirda, Kepala Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BRMP Aceh dan dilanjutkan dengan sambutan Rizki Ardiansyah, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) sebagai perwakilan Kepala BRMP Aceh.
Dalam sambutannya, Kabag TU menyampaikan bahwa kegiatan magang diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu, wawasan, dan pengalaman kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan di lingkungan BRMP Aceh.
Selama menjalani magang, mahasiswa turut terlibat dalam berbagai kegiatan, di antaranya Rapat Koordinasi Katimker se-Provinsi Aceh yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, seperti BMKG, Perum Bulog, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Mahasiswa juga berkesempatan mengikuti kegiatan peninjauan lapangan pada program Padi Modern-Pertanian Modern dan Antisipasi Swasembada (PM-AAS), salah satu program Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani guna mendukung terwujudnya swasembada pangan.
Selain mengikuti kegiatan lapangan, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil pelaksanaan tugas selama magang melalui seminar dan presentasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan hasil kerja serta menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik di lapangan.
“Kami mengapresiasi kontribusi dan tenaga yang telah diberikan para mahasiswa selama mengikuti berbagai kegiatan di BRMP Aceh. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk semakin mampu beradaptasi dengan komunikasi, budaya, serta proses budidaya yang dilakukan petani,” ujar Kabag TU.
Ia juga menyoroti pengalaman mahasiswa saat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian bersama petani di Desa Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri. Menurutnya, interaksi langsung dengan petani memberikan pengalaman nyata mengenai kondisi dan tantangan sektor pertanian di lapangan.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Agroteknologi USK, Nanda Mayani, menyampaikan apresiasi kepada BRMP Aceh yang telah menerima mahasiswa USK untuk melaksanakan kegiatan magang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRMP Aceh yang setiap tahunnya telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa kami untuk melaksanakan magang. Banyak wawasan dan pengalaman baru yang mereka peroleh selama berada di sini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesempatan mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan petani menjadi pengalaman berharga. Selama berada di kampus, mahasiswa lebih banyak berinteraksi dengan dosen dan sesama mahasiswa, sedangkan melalui kegiatan magang mereka dapat melihat secara langsung kondisi dunia pertanian dan para pelaku usaha tani.
“Pengalaman bertemu langsung dengan petani dan melihat kondisi pertanian di lapangan diharapkan dapat membuka wawasan serta memberikan gambaran dan gagasan bagi mahasiswa untuk pengembangan pertanian ke depan,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, dosen pendamping juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan magang terdapat kekurangan maupun kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa.
Kegiatan penjemputan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan magang mahasiswa Agroteknologi USK di BRMP Aceh. Diharapkan pengalaman yang diperoleh selama satu bulan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kompetensi, wawasan, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja serta berkontribusi dalam pembangunan pertanian.